0

Politik DKI, Politik Uji Coba

Share this Article on :
Belakangan ini, ummat islam benar-benar dibuat gaduh oleh olah si Akhok. Kalangan ummat islam angkat bicara, entah secara individu atau diwakili oleh ormas islam untuk menanggapi kelakuannya. Siapapun geram memang, melihat tingkah orang nomor 1 di DKI itu.
Namun, Ada baiknya ummat islam berbenah.
Munculnya manusia macam ahok itu lantaran redupnya figur dari kalangan ummat islam sendiri. Tindakan yang saat ini muncul dalam menyikapi putra china itu hanya bersifat reaksional. Ada manusia macam dia langsung dada memanas, bertindak seakan muslim sejati. Kalau musuh tampil di permukaan, baru hunus pedang, padahal pedangnya tak pernah diasah. Besok lusa juga akan reda dengan sendirinya.
Nah, dari sini terlihat jelas agenda jangka panjang kaum muslim indonesia yang sangat lemah. Belum ada kader muslim yang menjiwai ajaran islam namun sadar bahwa dirinya hidup di bumi nusantara yang benar-benar ditempa untuk terjun ke glanggang politik sebagai muslim sejati untuk menandingi manusia seperti ahok ini.
Padahal,

Ahok sudah melalui perjalanan panjang untuk kemudian menjadi orang nomor satu di DKI. Saya yakin, banyak pihak yang sudah mencetak ahok menjadi orang nomor satu di DKI kemudian menggunakan kekuasaannya untuk menyumut emosi kaum muslim, jauh sebelum ia menduduki jabatan gubernur. Nah, pada saat ini, target itu tercapai. Ummat islam dibuat pompa emosi, mudah sumpah serapah demi untuk menjatuhkan ahok. Padahal, ada pihak yang hanya tertawa melihat kondisi ummat islam saat ini. Dan ahok tak mungkin jatuh dengan sumpah serapah itu. ia sudah kuat karena ada yang membeking. jalur hukum yang ditempuh kalangan muslim untuk memenjarakan ahok bisa jadi tumpul. ya itu tadi, penegak hukumnya, bisa jadi sudah berada dalam kemesraan bersama ahok. bayangkan, sudah lima tahun berjalan kemesraan itu terjalin. Mana bisa pindah hati pada pasukan yang baru saja datang, kasih pemanis belum, langsung mau jatuhkan ahok.
Mari putar mundur jam sejarah kita.

Dulu, gubernur DKI adalah Jokowi, terpilih jadi peresiden, jabatan gebernur DKI diwariskan ke ahok. Sekarang, ahok akan maju lagi di pilgub mendatang. Pengusung terkuatnya adalah PDIP yang dulu mejagokan Jokowi. Ini adalah agenda berantai yang sudah jauh dikemas sebelumnya. Pada saat ini, Ahok semakin dikukuhkan oleh PDIP, dkk. Dan clotehnya yang kontroversial itu justru menguntungkan partai pengsung Mr. Jokowi, PDIP. Yaitu untuk melindungi kekuasaan jokowi yang pada saat ini membuat kebijakan-kebijakan tak pro-rakyat. Semuanya fokus pada ahok, sebagian fokus pada kasus mirna, lalu kebijakan pemerintah pusat tak ada yang menyoroti. Yang untung siapa? PDIP, kadernya yang satu disuruh buat gaduh, yang satunya disuruh cepat-cepat buat kebijakan. Coba lihat besok lusa, akan banyak kebijakan pusat yang mengejutkan.
So, ummat islam harus bersatu padu, dalam segala tindakan, untuk islam dan ummat islam. Partai bercorak islam wajib memiliki strategi jangka panjang untuk menjadikan indonesia sebagai baldatun toyyibatun warobbun gafur. Ahok hanya tokoh uji coba yang digelindingkan ke publik. Ada pihak yang saat ini menyusun  strategi jangka panjang hendak mengetahui situasi politik tanah air. Dengan peristiwa ini, strategi mereka akan terupdet, target mereka akan semakin jelas kapan indonesi jatuh ke dalam genggaman tengan mereka dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan.

Penulis : Shodiq Alfin A-haz
#selamat berjuang kader islam wal muslimin.


Artikel Terkait:

0 comments: